fbpx

Cara Kerja Pelumas untuk Mengurangi Gesekan dan Keausan pada Mesin

Machinery can only function properly when all its parts work together smoothly. However, with constant use and exposure to harsh conditions, the components of your machinery can wear down over time. This is where lubricants come in! They are an essential tool for keeping machines operating at their best while reducing friction and wear on moving parts. In this post, we will explore how lubricants work to keep machinery running like a well-oiled machine!

Pengantar Pelumas

Pelumas adalah cairan yang digunakan untuk mengurangi gesekan dan keausan pada mesin. Biasanya terbuat dari berbagai bahan sintetis dan alami, termasuk minyak, gemuk, dan lilin. Pelumas dapat digunakan untuk bagian mesin yang bergerak maupun tidak bergerak untuk membantu menjaga mereka berjalan lancar.

Pelumas bekerja dengan menciptakan pembatas antara dua permukaan yang saling bersentuhan. Penghalang ini membantu mengurangi jumlah gesekan yang dihasilkan ketika kedua permukaan bergerak melawan satu sama lain. Selain itu, pelumas juga dapat membantu melindungi permukaan dari keausan.

Ada berbagai jenis pelumas yang tersedia di pasaran, masing-masing dirancang untuk aplikasi tertentu. Penting untuk memilih pelumas yang tepat untuk aplikasi khusus Anda guna mencapai hasil optimal.

Jenis Pelumas

Lubricants come in a variety of formulations to suit different applications. The base oil may be mineral, synthetic, or vegetable-based. Additives are then used to improve the performance of the lubricant in specific ways.

Sebagai contoh, beberapa aditif bertindak sebagai agen anti aus, membantu melindungi permukaan dari keausan. Lainnya bertindak sebagai penghambat korosi, menjaga permukaan logam agar tidak berkarat atau berkarat. Dan yang lainnya lagi membantu mengontrol busa atau mengurangi gesekan.

jenis pelumas you use will depend on the specific needs of your application. For example, high-speed machinery requires a lubricant with good anti-wear properties to prevent damage from friction and heat. Whereas, heavy-duty equipment needs a lubricant that can withstand extreme pressures and temperatures without breaking down.

Untuk memilih yang benar pelumas untuk kebutuhan Anda, penting untuk memahami berbagai jenis pelumas yang tersedia dan cara kerjanya.

Memahami Gesekan dan Keausan

Friction and wear are two of the main mechanisms that can cause damage to machinery. Lubricants are used to reduce both of these effects by creating a barrier between moving parts.

Gesekan disebabkan oleh kontak antara dua permukaan saat mereka meluncur melewati satu sama lain. Gaya gesekan tergantung pada kekasaran permukaan, kecepatan pergerakannya, dan jumlah tekanan di antara keduanya. Seiring waktu, gesekan ini dapat menyebabkan keausan pada permukaan, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kegagalan.

Keausan disebabkan oleh material permukaan yang dihilangkan dari salah satu permukaan yang bersentuhan. Ini dapat terjadi karena abrasi, adhesi, atau reaksi tribokimia. Keausan abrasif terjadi ketika partikel keras yang tertanam di salah satu permukaan mengikis material dari permukaan lainnya. Keausan perekat terjadi ketika dua permukaan saling menempel dan kemudian meluncur melewati satu sama lain, merobek potongan-potongan kecil material. Reaksi tribokimia terjadi ketika bahan kimia di satu permukaan bereaksi dengan bahan kimia di permukaan lainnya, menyebabkan kedua bahan tersebut terurai.

Pelumas bekerja dengan menciptakan penghalang antara dua permukaan yang mengurangi gesekan dan keausan. Yang paling umum jenis pelumas adalah oli, yang terdiri dari molekul rantai panjang yang disebut hidrokarbon. Molekul-molekul ini dapat saling mengunci satu sama lain, membentuk lapisan tipis yang melapisi kedua permukaan dan mencegahnya bersentuhan langsung satu sama lain. Film ini juga memiliki koefisien gesek yang lebih rendah daripada kedua permukaan itu sendiri,

Cara Kerja Pelumas untuk Mengurangi Gesekan dan Keausan pada Mesin

Lubricants work to reduce friction and wear in machinery by providing a thin film of lubrication between two moving surfaces. This thin film of lubrication prevents the metal surfaces from coming into direct contact with each other, which reduces friction and wear. The most common type of lubricant is oil, but grease, solid lubricants, and liquid lubricants can also be used.

Oli merupakan jenis pelumas yang paling umum digunakan karena dapat memberikan keseimbangan sifat yang baik untuk banyak aplikasi. Minyak melumasi dengan membentuk lapisan tipis pada permukaan logam. Film tipis ini memberikan penghalang antara dua permukaan logam, mengurangi gesekan dan keausan. Gemuk mirip dengan minyak karena membentuk lapisan tipis pada permukaan logam, namun juga mengandung zat aditif yang membantunya melekat pada permukaan logam lebih baik daripada minyak. Pelumas padat adalah bahan yang dapat digunakan untuk melapisi permukaan logam agar menghasilkan permukaan dengan gesekan rendah. Pelumas cair digunakan dalam aplikasi dimana oli atau gemuk tidak cocok, seperti pada aplikasi suhu tinggi atau kecepatan tinggi.

Keuntungan Menggunakan Pelumas

Pelumas bekerja untuk mengurangi gesekan dan keausan pada mesin dengan memberikan permukaan yang halus dan licin agar bagian yang bergerak dapat meluncur. Hal ini dapat memperpanjang umur mesin Anda dan mencegah perbaikan yang mahal dengan mengurangi jumlah keausan yang terjadi. Selain itu, pelumas dapat membantu meningkatkan efisiensi mesin Anda dengan mengurangi jumlah energi diperlukan untuk mengoperasikannya.

Contoh Aplikasi Umum Pelumas

Pelumas digunakan dalam berbagai cara untuk mengurangi gesekan dan keausan pada mesin. Berikut adalah beberapa contoh umum:

1. otomotif mesin bergantung pada pelumas untuk menjaga agar bagian-bagian yang bergerak tidak saling bergesekan dan rusak.

2. Bantalan masuk segala sesuatu mulai dari motor listrik hingga sepeda membutuhkan pelumasan untuk mencegah kontak logam-ke-logam dan keausan yang berlebihan.

3. Rantai dan sproket, baik pada sepeda atau ban berjalan, manfaat dari pelumasan untuk menjaga mereka berjalan lancar dan mencegah keausan dini.

4. Roda gigi, baik pada transmisi mobil maupun mesin di pabrik, memerlukan pelumasan agar menyatu dengan mulus dan mencegah kerusakan akibat gesekan yang berlebihan.

Perbarui preferensi cookie
Gulir ke Atas