fbpx

Gemuk (Pelumas): Sejarah, Ciri-Ciri, Jenis, Aplikasi dan Sifatnya

Saat kita mengeksplorasi gemuk, kita pasti bertanya: Bagaimana gemuk menjamin pengoperasian mesin modern? Dari kereta perang Mesir kuno hingga bantalan mesin modern berpresisi tinggi, evolusi minyak telah mendorong kemajuan teknologi secara signifikan.

Dalam artikel ini, kita akan mempelajari sejarah, jenis, proses manufaktur, dan peran penting minyak bumi di berbagai industri, mengungkap bagaimana bahan yang tampaknya sederhana ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan industri dan teknologi.

Daftar Isi

spanduk pelumas gemukApa itu Gemuk (Pelumas)?

Gemuk adalah pelumas semi padat atau padat, yang dibentuk dengan mendispersikan zat pengental dalam pelumas cair. Komponen utama gemuk antara lain minyak dasar, pengental, dan bahan tambahan. Minyak dasar dapat berupa turunan minyak bumi atau produk sintetik, yang utamanya berfungsi sebagai pelumas. Pengental biasanya merupakan sejenis sabun yang terbuat dari reaksi antara unsur logam dan asam lemak, berfungsi untuk mengikat minyak dan memberikan ketebalan yang khas pada minyak. Aditif meningkatkan kinerja gemuk, seperti antioksidan, pengendalian korosi, dan kapasitas menahan beban.

Bagaimana Sejarah Gemuk (Pelumas)?

sejarah gemuk

The history of grease as a lubricant is long and fascinating, dating back to ancient civilizations and has evolved significantly over the centuries. The earliest greases trace back to ancient Egypt and Rome, where animal fats were used to lubricate chariot axles to reduce friction and wear on mechanical parts. The discovery of petroleum in the mid-19th century greatly altered teknologi pelumasan, offering a more effective and reliable source of lubricant compared to animal and vegetable oils. Pengembangan pelumas sintetik marked a significant milestone in lubrication history. In 1877, French chemist Charles Friedel and American James Mason Crafts synthesized the first hydrocarbons, laying the foundation for synthetic lubricants. This innovation was driven by the increasing demands of modern machinery and automobile engines to operate under extreme conditions such as high temperatures and pressures. During the 1920s and 1930s, the introduction of additives began to enhance the performance of lubricants. These additives aimed to inhibit oxidation, resist corrosion, and improve the viscosity of lubricants, thereby extending their lifespan and reliability.

Kemajuan Modern

Saat ini, pengembangan pelumas terus berlanjut dengan fokus pada efisiensi, mengurangi dampak lingkungan, dan memenuhi persyaratan ketat peralatan mekanis canggih. Formulasi gemuk modern sangatlah kompleks, termasuk berbagai pengental seperti sabun litium dan kalsium sulfonat, serta aditif peningkat kinerja seperti molibdenum disulfida dan grafit.

Bagaimana Gemuk (Pelumas) Dibuat?

Grease is produced by dispersing a thickener into the lubricating oil to form a stable semi-solid product. This process typically involves heating the base oil at a specific temperature and adding metal soap thickeners. The mixture is then sheared to ensure thorough mixing of the thickener with the pelumas. To enhance the grease’s performance in specific applications, specialty additives such as extreme pressure agents, antioxidants, and rust inhibitors are also added. Solid lubricants may be included to improve lubricity and wear resistance. Finally, the grease is filtered to remove any unwanted particles, then cooled and packaged for distribution.

Apa saja Jenis Gemuk (Pelumas) yang Berbeda?

lemak

Berbagai jenis gemuk berbeda dalam minyak dasar, pengental, dan aditifnya, dengan formulasi yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan aplikasi spesifik. Beberapa jenis gemuk yang umum dan kegunaannya yang umum meliputi:

  • Gemuk berbahan dasar kalsium: Ini adalah gemuk serba guna yang cocok untuk berbagai aplikasi. Ini memiliki ketahanan air yang baik dan sifat anti-korosi tetapi tidak cocok untuk aplikasi suhu tinggi. Ini biasanya digunakan di lingkungan industri, kelautan, dan pertanian.
  • Gemuk berbasis litium: Dikenal karena viskositas dan daya tahannya yang tinggi, gemuk berbahan litium sangat ideal untuk aplikasi logam-ke-logam. Ini mencegah korosi, kondisi cuaca ekstrim, dan keausan. Dapat menahan tekanan tinggi dan beban kejut, sehingga cocok untuk keperluan otomotif dan industri.
  • Gemuk aluminium kompleks: Gemuk jenis ini tahan terhadap suhu yang sangat tinggi dan memiliki ketahanan air yang sangat baik. Ini juga mencegah karat dan oksidasi dan memiliki stabilitas geser yang baik. Sangat cocok untuk industri makanan dan minuman serta industri konstruksi dan peternakan.
  • Gemuk barium kompleks: Gemuk berkinerja tinggi dengan stabilitas mekanis yang sangat tinggi dan ketahanan terhadap suhu tinggi. Ia juga tahan terhadap berbagai bahan kimia dan memiliki kemampuan menahan beban yang kuat, sehingga cocok untuk industri penerbangan, maritim, dan manufaktur.
  • Gemuk benton (tanah liat).: Dibuat dari tanah liat Bentone, gemuk ini bekerja dengan baik pada suhu yang berbeda dan dikenal sebagai gemuk yang tidak meleleh. Memiliki sifat tahan air dan berfungsi sebagai perekat yang baik, biasa digunakan dalam industri baja, pertambangan, dan keramik.
  • Gemuk poliurea: Gemuk ini memiliki berbagai karakteristik, termasuk ketahanan air yang sangat baik, sifat anti karat dan antioksidan, serta kinerja suhu tinggi, menjadikannya populer. Ini memainkan peran penting dalam pabrik baja dan motor.
  • Gemuk berbahan dasar natrium: Dibuat dengan mencampurkan minyak dasar dengan bahan aditif dan sabun natrium, produk ini memiliki perlindungan karat yang baik tetapi ketahanan air dan sifat antioksidannya buruk. Seringkali dicampur dengan gemuk lain untuk meningkatkan kualitas.
  • Gemuk berbahan dasar sintetis: Gemuk ini memiliki toleransi yang lebih baik terhadap suhu dan lingkungan ekstrem dibandingkan gemuk berbahan dasar mineral. Mereka juga memiliki sifat antioksidan yang lebih baik, yang dapat memperpanjang umur pelumas.
  • Gemuk berbahan dasar mineral: Gemuk jenis ini memiliki stabilitas mekanik yang tinggi dan sifat ketahanan korosi yang sangat baik. Hemat biaya dan cocok untuk industri otomotif, motor, dan pompa.
  • Pelumas serbaguna: Biasa digunakan dalam industri otomotif, gemuk ini biasanya terbuat dari kalsium sulfonat dan memiliki ketahanan air yang sangat tinggi. Namun, ini tidak dirancang untuk aplikasi panas tinggi.
  • Pelumas laut: Dirancang untuk menahan kekuatan kontak air yang lebih tinggi, cocok untuk perahu dan trailer perahu. Penting untuk dicatat bahwa ini tidak kompatibel dengan produk berbasis litium.

Apa Kelebihan Gemuk (Pelumas)?

keuntungan gemukGemuk menawarkan beberapa keunggulan sebagai pelumas, sehingga cocok untuk aplikasi spesifik dimana oli mungkin tidak seefektif itu. Beberapa manfaat utama penggunaan gemuk antara lain:

  1. Kontrol kebocoran: Dibandingkan dengan minyak pelumas, viskositas gemuk yang lebih tinggi membantunya melekat lebih baik pada permukaan. Sifat ini secara signifikan mengurangi risiko kebocoran, terutama pada sistem yang segelnya aus atau sambungannya kendor.
  2. Pencegahan kontaminasi: Gemuk berfungsi sebagai penutup bantalan dan bagian mesin lainnya, membantu mencegah masuknya air, debu, dan kontaminan lainnya. Kemampuan penyegelan ini sangat penting untuk mesin yang beroperasi di lingkungan kotor atau basah.
  3. Umur panjang: Gemuk bertahan lebih lama di dalam peralatan dibandingkan oli, sehingga mengurangi kebutuhan akan pengaplikasian ulang yang sering. Hal ini dapat menurunkan biaya pemeliharaan dan mengurangi waktu henti.
  4. Stabilitas struktural: Berbeda dengan oli, gemuk dapat mempertahankan ketebalannya dan tidak memerlukan sistem sirkulasi untuk distribusi yang efektif. Oleh karena itu, ini sangat cocok untuk mesin yang sulit diakses atau dioperasikan sesekali.
  5. Perlindungan penahan beban dan guncangan: Dibandingkan dengan oli, gemuk lebih mampu menahan beban berat dan mencegah beban kejut, sehingga cocok untuk aplikasi bertekanan tinggi dan beban tinggi.
  6. Ketahanan suhu: Beberapa jenis minyak can perform well under extreme high and low temperature conditions, which is advantageous in harsh operating conditions.
  7. Mengurangi konsumsi: Karena gemuk tidak luntur saat digunakan seperti oli mesin, maka masa pakainya lebih lama, sehingga mengurangi penggunaan pelumas dalam jangka panjang.
  8. Perawatan yang disederhanakan: Gemuk tidak memerlukan sistem perawatan yang rumit dan seringkali mahal yang diperlukan untuk pelumasan oli (seperti pompa, filter, dan bak penampungan), sehingga menyederhanakan proses pelumasan.

Apa Kekurangan Gemuk (Pelumas)?

Kerugian menggunakan gemuk sebagai pelumas mencakup beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja dan kesesuaiannya untuk aplikasi tertentu:

  1. Batasan suhu: Gemuk dapat menurunkan atau kehilangan efektivitas pada suhu tinggi. Degradasi ini dapat menyebabkan terpisahnya oli dasar dari pengental, sehingga mengurangi efek pelumasan gemuk.
  2. Sensitivitas terhadap kontaminasi: Gemuk mudah terkontaminasi oleh debu, kotoran, dan partikel lainnya, terutama pada sistem terbuka atau tertutup rapat. Kontaminasi ini dapat mengurangi efektivitas gemuk, sehingga menyebabkan peningkatan keausan mekanis.
  3. Kompleksitas pemeliharaan: Meskipun gemuk tidak perlu sering dioleskan kembali, namun perlu diganti secara berkala. Proses pembersihan gemuk lama dan mengaplikasikan gemuk baru memakan waktu dan tenaga, terutama pada mesin yang besar atau kompleks.
  4. Konsumsi energi: Dibandingkan dengan oli, gemuk memiliki ketahanan gerakan awal yang lebih besar, yang dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi selama fase penyalaan mesin. Hal ini karena ketebalan gemuk yang lebih tinggi memerlukan lebih banyak energi untuk bergerak dan melumasi bagian mekanis.
  5. Masalah ketidakcocokan: Berbagai jenis gemuk mungkin tidak cocok satu sama lain. Mencampur gemuk yang berbeda dapat menyebabkan rusaknya pengental dan hilangnya kinerja pelumasan, sehingga berpotensi merusak mesin.
  6. Kemampuan pendinginan terbatas: Berbeda dengan oli, gemuk tidak bersirkulasi di dalam sistem sehingga tidak memberikan efek pendinginan yang sama. Hal ini dapat menjadi kerugian dalam aplikasi dengan persyaratan pembuangan panas yang tinggi.
  7. Kesulitan dalam memantau keausan: Memantau kondisi gemuk lebih sulit dibandingkan dengan oli. Oli dapat dengan mudah diambil sampelnya dan dianalisis untuk mengetahui kontaminan dan partikel keausannya, sedangkan gemuk memerlukan lebih banyak upaya untuk mengekstraksi dan menganalisisnya, sehingga pemeriksaan perawatan rutin menjadi lebih rumit.

Apa Kelas Umum Gemuk (Pelumas)?

nilai gemukNational Lubricating Grease Institute (NLGI) mengklasifikasikan tingkatan gemuk pelumas umum berdasarkan konsistensinya. Nilai NLGI berkisar antara 000 hingga 6, dengan setiap nilai sesuai dengan nilai penetrasi kerja tertentu yang diukur dalam sepersepuluh milimeter. Berikut adalah nilai NLGI yang umum dan konsistensi tipikalnya:

  • NLGI kelas 000: Konsistensinya seperti cairan, mirip dengan minyak goreng.
  • NLGI kelas 00: Konsistensi setengah cair, mirip dengan saus apel.
  • NLGI kelas 0: Sangat lembut, mirip dengan sawi coklat.
  • NLGI kelas 1: Lembut, mirip dengan saus tomat.
  • NLGI kelas 2: Konsistensi minyak normal, mirip dengan selai kacang. Ini adalah kelas yang paling umum digunakan dalam berbagai aplikasi.
  • NLGI kelas 3: Lebih keras, mirip dengan mentega sayur.
  • NLGI kelas 4: Sangat keras, mirip dengan yogurt beku.
  • NLGI kelas 5: Keras, mirip dengan chutney halus.
  • NLGI kelas 6: Sangat keras, mirip keju cheddar.

Apa perbedaan antara gemuk no.1 dan no.2?

Perbedaan gemuk NLGI #1 dan #2 terletak pada ketebalannya dan jumlah pengental yang digunakan dalam formulasinya. Gemuk NLGI #1 memiliki pengental yang lebih sedikit, menjadikannya lebih lembut dan lebih cair, biasanya bekerja lebih baik dalam kondisi suhu rendah. Lebih mudah untuk memompa, terutama pada jarak yang lebih jauh atau di lingkungan yang lebih dingin. Sebaliknya, gemuk NLGI #2 mengandung lebih banyak pengental sehingga lebih keras dan cocok untuk berbagai kegunaan. Ini adalah jenis gemuk pelumas yang paling umum digunakan oleh produsen karena menjaga stabilitas pada kisaran suhu yang lebih luas dan lebih umum. Konsistensinya mirip dengan selai kacang, menjadikannya pelumas ideal untuk bantalan geser dan bantalan anti-gesekan yang beroperasi pada beban dan kecepatan sedang.

Grease (Pelumas) Manakah yang Terbaik?

Nilai gemuk terbaik bergantung pada aplikasi spesifik dan kondisi pengoperasian. Namun grade yang paling umum digunakan dan serbaguna adalah NLGI 2. Grade ini memiliki konsistensi yang seimbang, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lunak, cocok untuk kebutuhan pelumasan umum pada berbagai aplikasi mekanik dan otomotif. Ini sering direkomendasikan untuk berbagai aplikasi.

Berapa Harga Gemuk (Pelumas)?

Secara komersial, pelumas gemuk costs approximately \$2-\$3 per kg.

Apa Ciri-ciri Gemuk (Pelumas)?

Gemuk sebagai pelumas memiliki berbagai karakteristik yang berperan penting dalam fungsi dan kesesuaiannya untuk berbagai aplikasi. Berikut beberapa ciri utama gemuk:

  1. Konsistensi: Konsistensi atau kekerasan gemuk diukur dari ketahanannya terhadap deformasi akibat gaya luar. National Lubricating Grease Institute (NLGI) mempunyai sistem penilaian yang mengklasifikasikan gemuk berdasarkan konsistensinya pada suhu ruangan, berkisar antara 000 (sangat cair) hingga 6 (blok padat).
  2. Sifat dpt ditembus: Ini mengacu pada kedalaman penetrasi kerucut standar ke dalam gemuk dalam kondisi tertentu. Ini adalah ukuran ketebalan fisik gemuk, yang digunakan untuk menentukan kadar NLGI-nya. Penetrasi gemuk juga dipengaruhi oleh tindakan mekanis selama penggunaan.
  3. Titik jatuh: Titik jatuhnya adalah suhu saat gemuk bertransisi dari wujud semi padat ke wujud cair. Ini merupakan indikator ketahanan panas gemuk dan membantu menentukan batas atas suhu penggunaan, meskipun suhu pengoperasian sebenarnya umumnya harus setidaknya 50°C di bawah titik jatuhnya.
  4. Kemampuan memompa: Ini adalah kemampuan gemuk untuk dipompa atau dipindahkan dalam suatu sistem, terutama penting dalam sistem pelumasan terpusat. Kemampuan pemompaan dipengaruhi oleh viskositas gemuk dan suhu pengoperasian.
  5. Sifat tahan air: Kemampuan gemuk untuk menahan pencucian air sangat penting untuk aplikasi yang terpapar pada lingkungan lembab. Karakteristik ini menentukan kestabilan gemuk jika bersentuhan dengan air.
  6. Tahan korosi: Karakteristik ini menunjukkan kemampuan gemuk untuk melindungi permukaan logam dari korosi, terutama jika terdapat air atau zat korosif.
  7. Pakai ketahanan: Gemuk harus memberikan lapisan pelindung untuk mencegah kontak logam-ke-logam, sehingga mengurangi keausan. Pengujian seperti uji keausan empat bola dapat menilai sifat anti aus gemuk.
  8. Tingkat pendarahan: Ini mengacu pada kecenderungan minyak dasar untuk terpisah dari pengental seiring waktu. Tingkat pendarahan yang lebih rendah menunjukkan stabilitas yang lebih baik dan masa pakai gemuk yang lebih lama.
  9. Performa suhu rendah: Performa gemuk pada suhu rendah sangat penting untuk aplikasi di lingkungan dingin. Hal ini mencakup kemampuan gemuk untuk mempertahankan pelumasan dan kemampuan pompa pada suhu rendah.
  10. Stabilitas oksidasi: Karakteristik ini menentukan toleransi gemuk untuk bereaksi dengan oksigen, yang dapat menyebabkan gemuk mengeras dan kehilangan sifat pelumasnya seiring berjalannya waktu.
  11. aditif: Gemuk sering kali mengandung bahan tambahan seperti penghambat korosi, bahan tambahan tekanan ekstrim, antioksidan, dan bahan tambahan anti aus untuk meningkatkan kinerja dan memberikan sifat spesifik yang diperlukan untuk aplikasi.

Apa Warna Gemuk (Pelumas)?

warna minyak

Warna gemuk sangat bervariasi dan terutama digunakan untuk tujuan identifikasi oleh produsen. Gemuk tersedia dalam berbagai warna, termasuk hitam, putih, abu-abu, biru, merah, ungu, hijau, dan kuning. Setiap warna tidak selalu menunjukkan jenis gemuk tertentu atau karakteristik kinerjanya, namun sering kali digunakan untuk membedakan produk dalam merek yang sama atau untuk membuat produk lebih menarik secara visual. Misalnya:

  • Minyak putih biasanya menunjukkan bahwa produk tersebut adalah gemuk food grade, cocok untuk lingkungan di mana kontak yang tidak disengaja dengan makanan dapat terjadi.
  • Gemuk berwarna abu-abu atau hitam sering kali mengandung bahan tambahan seperti molibdenum disulfida atau grafit, cocok untuk kondisi kerja yang keras.
  • Minyak merah dapat digunakan untuk aplikasi suhu tinggi, namun hal ini tidak selalu terjadi dan tidak boleh menjadi satu-satunya faktor dalam memilih jenis gemuk.

Bahan yang Digunakan dalam Gemuk (Pelumas)

Bahan yang digunakan dalam formulasi gemuk meliputi tiga komponen utama: minyak dasar, pengental, dan aditif. Setiap komponen memainkan peran penting dalam karakteristik dan kinerja gemuk.

  1. Minyak dasar: This is the primary lubricating component of grease. Base oil can be either mineral oil or synthetic oil. Mineral oil is refined from petroleum and is widely used due to its satisfactory performance under various conditions. On the other hand, synthetic oil is chemically engineered to provide superior performance under extreme conditions such as very high or very low temperatures. Synthetic base oils include polyalphaolefins (PAO) and esters, which have a wider temperature range and better stability.
  2. Pengental: Pengental berfungsi seperti spons, menahan minyak dasar dalam keadaan semi padat. Pengental dapat berupa sabun logam, pengental non-sabun, atau bahan kompleks. Pengental berbahan dasar sabun yang umum termasuk sabun litium, sabun kalsium, sabun aluminium, dan sabun natrium. Pengental non-sabun mungkin mengandung bahan seperti bentonit atau poliurea. Pengental kompleks biasanya dibuat dengan menggabungkan sabun logam dengan bahan pengompleks untuk meningkatkan kinerja gemuk, terutama dalam hal titik jatuh yang tinggi dan kemampuan menahan beban.
  3. aditif: Aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan ke minyak untuk meningkatkan sifat tertentu atau memberikan sifat baru. Bahan aditif yang umum termasuk antioksidan dan penghambat karat, bahan tekanan ekstrim, bahan anti aus, dan pengurang gesekan. Beberapa gemuk juga mengandung pelumas padat seperti molibdenum disulfida (moly) atau grafit, yang tersuspensi dalam gemuk untuk mengurangi gesekan dan keausan.

Proses Pembuatan Gemuk (Pelumas).

proses pembuatan gemuk

Proses pembuatan gemuk bervariasi, masing-masing memiliki peralatan dan teknik tersendiri. Berikut adalah metode utama memproduksi minyak:

  • Saponifikasi: Asam lemak bereaksi dengan alkali menghasilkan pengental, biasanya sabun.
  • Dehidrasi: Menghilangkan air yang dihasilkan selama proses saponifikasi.
  • Penggilingan atau homogenisasi: Mengurai partikel yang menggumpal untuk menyesuaikan ketebalan gemuk, menghasilkan produk yang halus dan stabil.
  • Pendinginan dan degassing: Mendinginkan gemuk hingga suhu yang diinginkan dan menghilangkan udara yang masuk.
  • Tambahan: Menambahkan aditif peningkat kinerja seperti penghambat oksidasi, penghambat korosi, dan bahan anti aus.

Apa Saja Kegunaan Gemuk (Pelumas)?

Sifat unik gemuk, seperti viskositas tinggi, kemampuan untuk menutup kontaminan, dan kesesuaian untuk kondisi ekstrem, menjadikannya dapat diterapkan secara luas. Berikut beberapa kegunaan utama gemuk:

  1. Industri otomotif: Grease is extensively used in the automotive industry for lubricating chassis components, wheel bearings, suspension systems, and steering mechanisms. It provides lasting lubrication and protection under different temperature and load conditions, preventing wear and corrosion.
  2. Mesin industri: Dalam lingkungan industri, gemuk sangat penting untuk kelancaran pengoperasian konveyor, pompa, dan motor. Ini digunakan dalam aplikasi di mana pelumas harus tetap di tempatnya dan memberikan perlindungan pada beban berat dan tekanan tinggi.
  3. Aplikasi maritim: Gemuk digunakan dalam peralatan kelautan, menawarkan sifat kedap air dan melindungi bagian logam dari korosi air asin. Sangat cocok untuk melumasi mesin dek laut, roda kemudi, dan peralatan maritim lainnya.
  4. Industri makanan: Dalam mesin pengolah dan pengemasan makanan, gemuk yang memenuhi standar kualitas makanan tertentu digunakan untuk memastikan keamanan dan mematuhi peraturan kebersihan. Gemuk ini memiliki sifat anti pencucian, antioksidan, dan anti kontaminasi.
  5. Kopi: Gemuk digunakan dalam mesin pertanian untuk menahan kondisi luar ruangan yang keras, termasuk paparan debu, tanah, dan kondisi cuaca yang bervariasi. Ini membantu menjaga fungsionalitas dan umur peralatan pertanian.
  6. Konstruksi dan pertambangan: Heavy-duty greases are used in peralatan konstruksi dan pertambangan to cope with extreme pressures, shock loads, and wear conditions. They provide effective lubrication and protection for machinery operating in these demanding environments.
  7. Aerospace: Gemuk berperforma tinggi digunakan dalam aplikasi ruang angkasa untuk bantalan, roda gigi, dan perosotan. Gemuk ini harus tahan terhadap suhu dan tekanan ekstrem sekaligus memberikan pelumasan yang andal.
  8. Motor dan gearbox: Gemuk digunakan pada beberapa aplikasi motor dan girboks yang disegel seumur hidup, memberikan pelumasan jangka panjang tanpa sering melakukan pengisian ulang.
  9. Pabrik baja dan pabrik kertas: In heavy industries like steel and paper, grease lubricates machinery operating at high temperatures and heavy loads, ensuring smooth operation and reducing maintenance needs.

Apa perbedaan antara gemuk dan oli?

Perbedaan utama antara gemuk dan minyak pelumas terletak pada komponen dan kondisi fisiknya, yang pada gilirannya mempengaruhi aplikasi dan fungsinya sebagai pelumas.

  1. Komponen: Gemuk pada dasarnya adalah minyak dengan tambahan pengental. Pengental bertindak seperti spons, menyatukan minyak dasar dan aditif, memberikan struktur semi-padat atau padat pada minyak. Sebaliknya, minyak memiliki konsistensi seperti sirup dan tidak mengandung bahan pengental.
  2. Keadaan fisik: Pada suhu kamar, minyak biasanya berbentuk padat atau semi cair, sedangkan minyak biasanya berbentuk cair. Perbedaan konsistensi ini mempengaruhi cara setiap jenis pelumas digunakan dan di mana.
  3. Aplikasi: Gemuk terutama digunakan pada mesin, perkakas, dan perlengkapan, yang dirancang agar tetap di tempatnya dan memberikan penghalang yang lebih tahan lama di antara bagian-bagian logam. Ini juga digunakan sebagai sealant untuk mencegah masuknya kontaminan dan untuk aplikasi yang melibatkan beban berat atau gerakan vertikal. Di sisi lain, minyak memiliki kegunaan non-industri yang lebih luas, sifat pendinginan yang lebih baik, dan lebih mudah menembus ruang sempit.
  4. Fungsi: Dalam situasi di mana terjadi kebocoran dan tetesan, di mana sirkulasi oli tidak memungkinkan atau sulit dijangkau, dan di lingkungan yang sangat terkontaminasi, gemuk lebih disukai. Oli lebih cocok untuk aplikasi suhu tinggi, lingkungan berkecepatan tinggi, dan aplikasi dengan pembangkitan panas tinggi karena dapat mengalir dan memindahkan panas keluar dari aplikasi.
  5. pemeliharaan: Gemuk bertahan lebih lama di dalam peralatan dan tahan terhadap berbagai kondisi, sehingga lebih mudah digunakan di sebagian besar lingkungan industri. Namun oli lebih mudah dikuras, mengontrol jumlah yang digunakan, dan lebih bersih. Ia juga memiliki sifat pendinginan yang lebih baik, yang dapat memperpanjang umur bantalan.

Apa perbedaan antara gemuk dan pelumas?

Perbedaan utama antara gemuk dan minyak pelumas terletak pada keadaan fisik dan komponennya. Gemuk adalah pelumas semi padat yang dibentuk dengan mendispersikan pengental dalam pelumas cair, biasanya campuran minyak dasar, pengental, dan berbagai bahan tambahan. Gemuk berfungsi untuk tetap berada di tempatnya dalam kondisi yang sulit dan memberikan pelumasan jangka panjang, sehingga cocok untuk aplikasi di mana pelumas cair mungkin tidak memenuhi persyaratan.

Di sisi lain, pelumas umumnya mengacu pada zat yang membantu mengurangi gesekan antara permukaan yang bersentuhan, sehingga meminimalkan panas yang dihasilkan selama pergerakan permukaan. Pelumas bisa berbentuk cair, seperti minyak, atau semi padat, seperti minyak. Istilah “pelumas” mencakup cakupan yang lebih luas, termasuk minyak dan lemak.

Bagian mana yang sering diolesi minyak?

Pemberian pelumasan secara teratur sangat penting untuk menjaga kinerja dan masa pakai berbagai sistem dan komponen mekanis. Berikut adalah beberapa item dan suku cadang umum yang biasanya memerlukan pelumasan rutin:

  1. Bagian otomotif:
    • Bantalan roda: Komponen-komponen ini memerlukan pelumasan secara teratur untuk mengurangi gesekan dan mencegah keausan dini.
    • Komponen sasis: Sambungan suspensi, tie rod, dan sambungan bola biasanya memerlukan pelumasan untuk memastikan kelancaran pengoperasian dan mencegah bunyi berderit.
    • Sambungan universal dan sambungan CV: Komponen-komponen ini memerlukan pelumasan secara teratur untuk menjaga fleksibilitas dan daya tahan.
  2. Mesin industri:
    • Bearing: Banyak jenis bantalan industri memerlukan pelumasan secara teratur agar tetap berfungsi secara efisien dan mencegah kegagalan karena panas berlebih atau kontaminasi.
    • Gears: Roda gigi terbuka khususnya perlu sering diberi pelumas untuk mencegah keausan dan korosi.
    • Pompa dan motor: These components typically have specific lubrication intervals to ensure optimal performance dan umur.
  3. Peralatan pertanian:
    • Traktor dan pemanen: Sambungan, bantalan, dan bagian bergerak lainnya pada mesin pertanian memerlukan pelumasan secara teratur agar tahan terhadap kondisi operasi pertanian yang keras.
    • Konveyor dan pengumpan: These systems need greasing to menjaga mereka berjalan lancar and prevent clogging or mechanical wear.
  4. Peralatan dan perlengkapan rumah tangga:
    • Mesin pemotong rumput dan peralatan berkebun: Wheel bearings and cutting devices often need greasing.
    • Track dan roller pintu garasi: Aplikasi gemuk secara teratur membantu memastikan kelancaran pengoperasian dan mengurangi kebisingan.
    • Engsel dan slide: Engsel pintu, slide laci, dan komponen serupa terkadang perlu diberi pelumas agar tidak berderit dan lengket.
  5. Peralatan rekreasi:
    • Sepeda: Hub, bantalan pedal, dan roda gigi rantai harus dilumasi secara teratur untuk memastikan pengendaraan mulus dan mencegah karat.
    • Kapal: Peralatan kelautan, terutama yang terkena air asin, memerlukan pelumasan secara teratur untuk mencegah korosi dan memastikan fungsi yang baik.

Kesimpulan

Beragamnya aplikasi dan manfaat gemuk menyoroti pentingnya gemuk dalam lingkungan industri dan sehari-hari. Memahami berbagai jenis gemuk dan sifat spesifiknya dapat membantu pengguna memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan mereka, memastikan umur panjang dan efisiensi mesin dan peralatan mereka. Baik untuk penggunaan otomotif, industri, atau rekreasi, gemuk memainkan peran penting dalam mengurangi keausan, mencegah kontaminasi, dan meningkatkan kinerja berbagai komponen mekanis.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang minyak, Anda bisa atau hubungi kami .

Perbarui preferensi cookie
Gulir ke Atas